Pencegahan Kerusakan Arsip

Bermacam-macam cara untuk mencegah rusaknya arsip, antara lain dengan cara:
1. Penggunaan Air Conditioner

dalam ruangan penyimpanan, menyebabkan kelembaban dan kebersihan udara dapat diatur dengan baik.

2. Fumigasi

yaitu menyemprotkan bahan kimia untuk mencegah/membasmi serangga atau bakteri.
Fumigasi dapat dilakukan dengan 4 cara yaitu:
a. Fumigasi untuk seluruh gudang.
b. Fumigasi untuk beberapa ratus bundel arsip.
c. Fumigasi untuk beberapa bundel arsip.
d. rutin.

3. Restorasi Arsip

yaitu memperbaiki arsip-arsip yang rusak, sehingga dapat digunakan dan disimpan untuk waktu yang lebih lama lagi.
Teknik restorasi ada 2 cara, yaitu:
a. Tradisional
yaitu dengan cara melapis kertas “handmade” dan “chiffon”.
b. Laminasi
yaitu pekerjaan menutup kertas/arsip diantara 2 lembar plastik.

4. Mikrofilm

adalah suatu proses fotografi, dimana arsip direkam pada film dalam ukuran yang diperkecil untuk memudahkan penyimpanan dan penggunaan.
Keuntungan penggunaan mikrofilm:

a. menghemat ruangan (mikrofilm dapat memperkecil arsip sampai ± 2% dari ukuran orisinilnya).
b. melindungi arsip dari kerusakan (lebih tahan lama).
c. memudahkan penggunaan (karena bentuknya kecil).
d. tampak lebih rapi.

Kerugian penggunaan mikrofilm:

a. biaya tinggi.
b. untuk membuat mikrofilm, diperlukan keahlian khusus.
c. kesukaran dalam memperbaharui/merubah isi mikrofilm yang sudah tersusun.
d. untuk membaca mikrofilm diperlukan microreader (alat pembaca mikrofilm).
e. proses pembuatan mikrofilm arsip sulit.

Dengan demikian maka dapat dipikirkan tentang cara bagaimana yang terbaik atau paling sesuai untuk mencegah kerusakan arsip.

Sumber : Sedarmayanti, TATA KEARSIPAN Dengan Memanfaatkan Teknologi Modern, Bandung, CV Mandar Maju, 2015